




Membangun Komunikasi dan Kebersamaan Komunitas Pecinta Motor





ke desa Sawarna propinsi Banten. Kelompok dibagi 2, untuk kelompok pertama berangkat dari Gandul rencana pukul.16.00 tapi pada akhirnya berangkat pukul 18.2
0 Wib ' karena harus menunggu Hendro, Andri, Prakoso dan si kembar Daniel Samuel, Muksin Mida yang mungkin sibuk dengan persiapan yang lebih matang ' sehingga kita yg menunggu dibuat 'matang' ! wk wk wk...!
s jl.raya Sukabumi dengan kecepatan rata rata 40-50 Km/jam dan sekali kali mampir SPBU untuk buang hajat ! + isi BBM bahkan sempat cek roda depan tiger birunya hendro yang sepertinya bermasalah , lanjut jalan dan pertigaan Cibadak belok kanan daerah Warung Kiara ke arah pl.Ratu. ' sebelumnya kami berunding apakah akan melewati bukit Cikidang, karena bisa potong jarak sekitar 20 km ' namun dengan berbagai pertimbangan jalan licin dan rusak bahkan naik turun, tikungan tajam itu rawan sekali untuk kami lewati dengan membawa anak anak... Perjalanan via Cibadak cukup menyenangkan ... he he he, itu muksin dengan kawasaki 250cc sempat mengantuk dan keluar dari bahu jalan berulang kali, untungnya Alfred mengingatkan untuk kami berhenti sejenak !. maklum dengan posisi duduk 'nungging spt Rossi ' + bawa extra 1 anak ditambah Mida sepertinya dia tidak leluasa untuk manuver ataupun menggerakan tubuh yang sangat 'gembul' itu bergerak ' mungkin menggeserkan pantat saja tidak bisa ' wk wk wk...
k !! , xraider sempat beristirahat di satu satunya SPBU di Cisolok dan tentunya sambil buang hajat ! plus makan cemilan yang dibawa Andri ',... yach lumayan ada yang bawa snack cukup banyak ! jam menunjukan pukul 00.55 Wib. setelah istirahat 30 menit'an perjalan kami lanjutkan. Nah nih dia serunya perjalanan bukit Cisolok yang sebelumnya tak satupun diantara xraider pernah lewati...! jalan sepi , gelap gulita + tanjakan panjang dan terjal ! pulsar 135 aku paksa dengan gigi 2 dan digeber gigi1 pada putaran 6500 RPM, maklum gak siap kalau tanjakan itu suangat panjang dan terjal + membawa 2 beban Prakoso dan Dita , sekalian test kekuatan mesin nih Pulsar, tapi emang top ! kuat setiap rintangan yang ada dan kalau dihitung mungkin ada sekitar 8 tanjakan terjal + tikungan yang harus di lalui, posisi kiri jalan adalah jurang kearah laut lho... ! waduh !!!, kami sempat pikir 3 kali apakah perjalanan ini dilanjut ?
umah mempersiapkan makan sahur ' kondisi saat itu motor sudah mengarah balik ke Pl.Ratu... tapi karena keterangan dari ibu itu yang meyakinkan kami + petugas pos polisi Jalan Cisolok ds. Cibareno - Cilongrang yang mengarahkan perjalanan maka xraider putar arah dan penuh semangat untuk melanjutkan perjalanan !... setelah 200mtr melewati kantor Camat Cilongrang, xraider belok kiri dan ada penunjuk arah 'ds.Sawarna 12 Km !' wk wk wk... masih jauh bro...! perjalanan gelap gulita dan turunan tajam sekali + tikungan, jam menunjukan pukul 02.40 'an., sesampai di kantor ds.sawarna timur saya telp kembali ibu Widi dan masih ada 3 km lagi perjalanan untuk mencapai tujuan dan ternyata benar xraider telah ditunggu di mulut jembatan gantung oleh sesorang yang mengantarkan kami sampai di Homestay Widi, nah lucu dan nekatnya ! itu jembatan gantung 4 motor sekaligus melewati.. seharusnya satu satu euih ! dan tentunya para pembonceng turun 'nekat kalau ikut' !.

idi , teh dan kopi hangat langsung kami hirup serta kamar sudah dipersiapkan , bahkan kami sempat ngobrol tentang desa ini.. memang tidak terlihat seperti biasanya lokasi pantai karena masih ada sawah dan bukit serta banyak rumah desa yang diperuntukan homestay, rumah bercatkan pink yang katanya di
cat oleh salah satu tamu dari Austria dan untuk papan namanya dibuat tamu dari Afrika dan lokasi pantainya memang sangat digemari turis asing selain keramah tamahan penduduknya, bincang bincang dengan pak Ade sangat menyenangkan dan langit biru sudah mulai nampak seketika kami sadar harus cepat istirahat !, tidak sempat istirahat kloter ke 2 ' tiger merah A.Daud + Ratna dan Karisma Yudi + Leo, sampai ke lokasi tepat pukul 05.30... diketahui mereka berangkat dari Prapanca raya pukul 01.00 ... duh! cepatnya ! hanya 4 jam 30 menit, itupun nyasar dan memutar jalan di hutan lindung ' untung aja gak ketemu rombongan babi hutan nyebrang wk wk wk !!!.
gilah kami menuju kepantai dengan motor dipandu oleh salah satu keponakan pak Ade, ternyata bayak juga wisatawan asing / bule yang lalu lalang sambil bawa 'ski air' apalah itu namanya !.. he he he bahkan masih ada juga kerbau yang sedang berjemur di ladang. Pemandangan selama perjalanan ke pantai dapat mengobati lelah xraider, bukit subur dan sawah yang menghijau serta hamparan pohon kelapa serta cuaca yang cerah.
emang pak Ade sangat welcome dalam melayani kami kemudian mandi serta makan siang menunggu untuk kami santap, jam 15.15 Wib siap siap kembali to jakarta serta tidak lupa kami selesaikan pembay
aran biaya Homestay , foto bersama dan berdo'a kemudian sesuai rencana kami mampir ke Guwa Lalai dipandu langsung oleh keramahan pak Ade , sekali lagi untuk menuju lokasi itu kami harus lewati jembatan gantung dan melihat pemandangan mandi bareng di bawah jembatan yg kami lewati.



| Technical Specifications of Pulsar 135 LS | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Last Updated on : December 24, 2009 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tenaga Mesin Ruang bakar dengan Teknologi busi kembar DTS-i, digabungkan dengan teknologi 4 katup, yang merupakan inovasi pertama di Dunia. Bentuknya ramping dan padat, tetapi terlihat mantap dan penuh aksi. Tornado kecil ini dapat menghasilkan 13.5HP di 9000rpm dan torsi 11.4nm di 7500rpm. Akibatnya motor ini dapat berakselerasi dari 0 - 60 Km/Jam dalam 5,1 detik. | AA |
ExhausTEC Teknologi dalam sistem gas buang dari mesin 'Pulsar DTS-i'. 'TEC' merupakan singkatan dari 'Torque Expansion Chamber'. Teknologi pertama di dunia ini mampu meningkatkan torsi mesin secara drastis saat putaran rendah sehingga pengendara tidak perlu mengoper gigi terlalu sering. Knalpotnya juga mempunyai kualitas suara yang khas. Ia memberikan suatu identitas tertentu bagi Pulsar dan membuatnya sangat unik. Kami dengan bangga mengungkapkan bahwa Bajaj telah diberi hak paten atas inovasi "ExhausTEC" ini. |
Karburator Suplai bahan bakar diperoleh melalui sebuah venturi karburator Ucal Mikuni berukuran 26mm. Evolusi lanjutan dilakukan dalam desain ruang bakarnya sehingga mesin dapat beroperasi dalam rasio kompresi 9,8:1. |
Tangki Bensin Bentuk klasik dari tangki bensin dengan lekukan lutut, dudukan paha yang nyaman, sayap tangki yang tajam dan model tutup tangki seperti model pada pesawat.
| |
Stang Jepit Posisi berkendara yang alami dengan dudukan yang merunduk serta stang clip-on split yang nyaman memberikan kesenangan tersendiri bagi pengendara di perkotaan. Jangan lupakan jok terpisah (split-seat) dan tampilannya yang khas, tidak ada keraguan bahwa ini adalah sepeda motor dengan semua ciri khas Pulsar di dalamnya. |
Digital Twin Spark Ignition (DTS-i) Digital Twin Spark-Ignition adalah sebuah revolusi dalam era berkendara motor modern di negara kita. Kami adalah yang pertama menawarkannya kepada konsumen dan terbukti sangat berhasil. Teknologi yang menggunakan busi kembar ini memberikan tambahan performa yang fenomenal. DTS-i juga dipatenkan oleh Bajaj Auto. | |
Digital C.D.I & TRICS III Sebuah Digital CDI dengan chip mikroprosesor 8 bit mengatur kinerja busi. Memori chip yang telah diprogram mengatur waktu starter optimal pada rpm manapun, sehingga mendapatkan performa terbaik di ruang pembakaran. Bekerja sama dengan sistem TRICS III (Throttle Response Ignition Control System III Generation), ia memberikan waktu pengapian terbaik untuk berbagai kondisi beban. |
Spakbor Belakang Rear Mud Guard dibentuk berdasarkan pada masukan-masukan dari pasar Indonesia agar dapat meningkatkan elemen estetika.
| |
Suspensi Suspensi depan menggunakan Garpu teleskopik terbaru (stroke 130). Sedangkan bagian belakangnya memakai suspensi NitroX. Keduanya dirancang untuk meredam guncangan pada kondisi jalan yang ekstrim sekalipun. |
Transmisi Persneling 5-kecepatan P135LS didesain untuk memaksimalkan penggunaan torsi. Ia juga didesain untuk mampu berganti dengan cepat.
| |
Rem Rem Cakram diameter 240mm di roda depan dan rem teromol diameter 130mm di roda belakang. Membuatnya memenuhi standard keamanan yang diperlukan oleh sebuah motor sport 135cc. |
Awal tahun 2010, tepatnya 01 Januari, Gandul 15.35 start ' 4 motor ; Ninja merah 250cc Muksin ; Satriaqu 150cc I n Namiho ; Tiger merah 200cc A.Daud ; Supra XX DD 125cc Yudi n Mieke ,touring ke Ciweday tepatnya taman wisata Kawah Putih.
utuh pakanan, akhirnya kami makan malam di warung soto dipasar Ciranjang , yach lumayan uenak bagi lidah kami plus masih murah harga rata rata. Selepas makan brangkat to Padalarang ' jalan mulus dan bisa dinikmati walaupun gerimis menemani kami, sekali lagi istirahat di SPBU padalarang karena mo buang air kecil.. he he he... Perjalanan dilanjutkan namun kali ini ide datang melewati Cimahi sekalipun kenyataanya kami kelewatan dan akhirnya Bandung ' tanya sana sini, dan kami dianjurkan berbelok ' gak tau daerah mana tuh !??' melewati pasar Caringin dan satu lagi lampu merah ' Kopo ' belok kanan jurusan kota Soreang. SPBU soreang satriaqu isi bensin untuk kedua kali, jam menunjukan pukul 22.20an... tancap truss... sambil naluri disetiap perempatan baca penunjuk arah ke Soreang / Ciwid
ey... ' waduh ada kecelakaan mobil kijang merah kapsul plat B terbalik didaerah tanjakan berkelok ciwiday, akhir dan akhirnya ' cuaca suangat dingin ' kami sampai didaerah kawasan wisata pada pukul 23.30 Wib, Thank's God. ' catatan jarak 191 KM ' lihat perhitungan speed KM satriaqu '
n naik turun mencari hotel tapi full ada 2 hotel yang cukup besar didaerah itu', Puji Tuhan jam 02.30an ada yang bisa menghantarkan kami ke sebuah rumah yang nyaman dan bersih serta sambutan empunya yang baik, kami dapatkan seharga 250rb dengan fasilitas 2 kamar + ruang tamu 'itupun neng Mieke pakai logat sundanya untuk menawar ' ha ha ha.... plus sarapan pagi nasi goreng plus kerupuk ' itupun free atas kebaikan tuan rumah.
untuk membedakan harga, tetapi lebih kepada kebutuhan oktan untuk setiap jenis mesin yang berbeda. Nilai oktan (RON) ini diwakili dengan sebuah angka misalnya oktan 88, 92 dan 95. Umumnya oktan yang tinggi mencerminkan harga yang mahal, tetapi jangan salah persepsi bahwa tidak serta merta oktan tinggi memberikan tambahan tenaga mesin yang luarbiasa. Sekali lagi kebutuhan oktan BBM disesuaikan dengan Rasio Kompresi mesin itu sendiri. Rasio Kompresi (CR) kendaraan umumnya tercantum dalam buku panduan atau brosur spesifikasi mesin kendaraan tersebut. CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. Setelah kita mengetahui rasio mesin kendaraan, dengan mudah kita dapat menentukan BBM yang direkomendasi sesuai data berikut:
i, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku… kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan… dan bahkan bisa bolong!. Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (Oktan tinggi).Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda, merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan.
Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin.
Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai ; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup celah pada Dinding Mesin.
Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain
mesin yang lebih dingin.
Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau relatif Baru berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi terakhir) memiliki
lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.
Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam
pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.
SPESIFIKASI OLI
Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung.
Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).
Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.
Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.
SF/SG/SH - untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
SJ - untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 - 2001)
SL - untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 - 2004)
Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan Automotive Standard Association), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan lain-lain yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumas berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas international.
Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya.
Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.
Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.
Berikut beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
# Lebih stabil pada temperatur tinggi
# Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
# Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
# Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam
# Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien
# Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin § Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak
Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan mineral oil) atau fully-synthetic.
Note: Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.
Oli untuk motor sampai saat ini belum dapat informasinya yang sudah API SL.
Oli motor synthetic hampir semuanya baru SJ, kalo mineral mungkin baru SG/SH.
Mineral Oil :
§ Sprinta 2000 : SAE 20W-50, API SG
§ Evalube 4T : SAE 20W-50, API SF
§ Mesran Super : SAE 20W-50, API SG
§ Enduro 4T : SAE 20W-50, API SG
§ Penzoil Motorcycle 4T : SAE 20W-50, API SF
Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film tipis yang pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk mengurangi gesekan komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih halus dan tarikan lebih mantap.
Pada intinya milih oli ada garis besarnya yang bisa di-ikuti :
Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal APISH/SJ atau SL. SAE bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.
Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan masyarakat atas mutu pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni 2002. Pelumas yang memiliki NPT adalah pelumas yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis serta lulus uji laboraturium terakreditasi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal MIGAS. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit huruf dan angka Contoh : DEPTAMBEN RI NPT : AB25E4110199 atau DESDM RI NPT : AC66E1054104.
MITOS
Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak.
Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat teroksidasi.
Untuk mencoba oli baru bisa ikuti prosedur berikut :
§ Coba deh pakai selama seminggu ada perubahan ?? kalau nggak berarti olinya tidak cocok, perubahannya : - Suara mesin jadi lebih halus, tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.
Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL) dan JASO MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus dan memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak oli di Indonesia tidak ada ada sertifikasi tersebut. Coba lihat kemasan oli anda, kalau tidak ada sertifikasi tersebut apakah anda rela mesin anda menderita sengsara dan akhirnya turun mesin bahkan ganti mesin?
Berikut contoh Jenis-jenis Oli yang umum dipakai dan peredarannya mudah didapat di bengkel-bengkel resmi penyalur oli:
Oli Repsol:
§ Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SJ; JASO MA
§ Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil
§ Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SG; JASO MA; Honda Specs.
Oli Shell 4T:
§ Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40 Mineral oil
Sertifikasi: API SF; belum JASO MA menurut Shell Singapore
() API SL; JASO MA menurut Shell USA
§ Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil
§ Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil
Sertifikasi: API SL - JASO MA
§ Shell Advance Ultra 4 SAE 10W-40, 15W-50 Synthetic oil
Sertifikasi: API SG menurut Shell Singapore
API SL - JASO MA menurut Shell USA
Rasanya untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun kemasannya sama tapi sertifikasi beda. Jadi yang disana beli 35.000 kok disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!
Oli Top1 :
§ SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic
Sertifikasi: API..??
§ EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic
Sertifikasi: API SL
Oli Esso ada 4 tipe :
§ Esso 4T 20W-40, 20W-50 (recommended for engine <50cc)>
Caltex:
§ Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40,
§ Caltex Revtex Semi-Synthetic 4T SAE 20W50,
§ Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40, 20W50,
Sertifikasi: API SG, JASO MA
§ Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40,
§ Caltex Revtex 4T SAE 40,
Sertifikasi: API SF, JASO MA
Mobil 1:
§ Mobil Super 4T SAE 15W-50,
Seritifikasi: API SG, JASO MA
§ Mobil Extra 4T SAE 10W-40
§ Mobil Racing 4T SAE 15W-50
Sertifikasi: API SJ, JASO MA
OLI AGIP :
§ AGIP Super 4T MINERAL 15W-50
§ AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50
§ AGIP Racing 4T SINT. 20W-50
§ Sertifikasi: API SJ
OLI MOTUL :
§ MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50
§ MOTUL 5100 Ester SEMI-SINT. 15W-50
§ MOTUL 300V competition FULL SINT. 15W-50
Sertifikasi: API SG - JASO MA
Ternyata oli mineral gak cocok untuk motor baru, so yang pakai repsol moto 15W50 siap2 ganti aja Jangan Keliru Memilih Oli Mesin MINYAK pelumas atau oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor. Tanpa oli, mesin rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus akibat gesekan antara kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan hidup mesin amat dipengaruhi oleh oli.
Makin besar kerja mesin, makin penting peran oli.
Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur di dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia aditif guna meningkatkan kinerjanya.
Bahan kimia yang dipakai sebagai campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index Viscosity Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu
membentuk oli yang mampu melumasi mesin. Pelumas sintetis, sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan jenis oli sintetisnya.
Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100% bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi. Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral.
Mengingat proses pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena, silikon, klorida sert fluor hidrokarbon.
Mengingat bahannya masih alami,
Oli mineral amat cocok untuk motor motor lawas, seperti Honda C-70, Honda, C-90Z, Supercup, Astrea 800, Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter Mercy, dan sebagainya. Kelebihannya, oli tak mudah menguap saat mesin ada pada temperatur ideal, sehingga jeroan yang sudah aus tidak bertambah parah.
Untuk mesin motor baru seperti Honda Supra, Karisma, Astrea Impressa, Yamaha F1-Z, RX-King, RX-Z, Kawak Ninja, Yamaha Vega, Yupiter, Kawak Kaze, Suzuki Shogun, dan sebagainya, bisa memakai oli semi-sintetis. Perpaduan unsur mineral dan kimia, mampu menjaga kondisi mesin tetap prima, tanpa meninggalkan kemampuan untuk melindungi komponen dalam mesin.
Sedangkan oli full synthetic sangat cocok dipakai pada motor balap yang mesinnya terus menerus digeber pada putaran (rpm) tinggi. Oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin sampai di sela-sela kecil sekalipun. Tingkat kekentalannya pun stabil meski dalam kondisi ekstrem, dan mampu menjaga mesin meski pada suhu tinggi.
Ada juga jenis klasifikasi tingkat kekentalan jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE 20W-50. Bahkan, pada aplikasi motor balap atau mesin berteknologi mutakhir, tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE 5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan proses pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif mahal. Nah, untuk memilih oli yang pas, sesuaikan dengan kebutuhan mesin motor Anda.
disadur dari Suzuki Satria FU 150 Club / www.ssfc.or.id
Teruz kira-kira apa sih manfaatnya oli yang mutunya bagus…??? Manfaatnya antara lain melindungi mesin dari sbb :
Jenis-jenis oli motor secara umum dibedakan atas 3 jenis yaitu :
Dari ketiga jenis oli tersebut mana sih yang paling bagus…??? Yah jelas lah.. fully synthetic (baru semi-synthetic dan terakhir mineral-oil). Karena Pada suhu yang ekstrem, oli jenis ini masih mempunyai viscositas index yang bagus.. dibandingkan jenis oli lainnya…!! Teruz jeleknya apa…?? Yah harganya aza yang mahal… jelas ada rupa ada harga..!!!
Saat ini oli yang dijual kebanyakan adalah multi-grade dibandingkan yang single grade. API (American Petroleum Industry) untuk multi-grade ada notasi w, misalnya 10w-30. w disini dalam artian winter. Jadi jika 10w, dalam artian oli tersebut dapat dipompa sebagaimana SAE 10 (SAE = Society of Automotive Engineers). 5w akan lebih mudah dipompa dibandingkan 10w pada temperatur yang lebih rendah. Angka kedua dalam hal ini 30 merupakan viscositas pada 100 derajat celcius dipadanankan dengan single grade SAE 30….!!!
Nah kalau di Amrik ada SAE, maka di Jepang ada JASO (Japan Automotive Standard Organization). Nah untuk untuk motor 4 stroke kudu memenuhi stnadard JASO-MA. Sedangkan untuk 2 stroke engine, kudu memenuhi standard JASO-FC.
Tips terakhir adalah… jika milih oil sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan… dalam konteks jaga multi-grade nya… !!! Pergunakan lah oli yang bagus… tapi ukur juga kantong elo… jangan sampe jeboll…!!! Yah pengalaman gue sendiri seh… gue pake oli synthetics.. tarohlah harganya 120 rebu… dan bisa tahan sampai 4 bulan (tarohlah 4000 km)…!!! Yah jika 4 bulan tuh 120 hari… berarti kira-kira setiap hari tambah extra cost Rp. 1000. Apalah artinya Rp. 1000 dibandingkan dengan daya tahan mesin… sehingga nggak cepat jebol… belum lagi jika olinya enteng… relatif lebih hemat / irit bahan bakar… karena kerjanya mesin nggak berat.. so… menurut gue mah.. cincaaai laaagh…!!!
Appendix :
Oli Motor 4 stroke :
Namun keyakinan OTOMOTIFNET tergoyahkan oleh perkataan salah satu petinggi PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). “Pastinya ada beberapa ubahan,” promosi Edi Darmawan, Manager Marketing-Promotion & Dealer Dev. Section Head PT SIM.
Ups, beneran nih? Jangan-jangan performanya juga berbeda. Makanya tim tester OTOMOTIFNET tergerak untuk melakukan sesi test ride. Here’s the result!
Desain: **** (4 bintang)
Sudah pasti tampang depan Suzuki Satria FU150 ini dimensinya lebih lebar dari produk sebelumnya. Perubahan paling jelas tentunya ada pada desain cover lampu ini.
Seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan Profil beberapa waktu yang lalu. Suzuki selalu memberikan sentuhan moge pada motor bebek termasuk untuk Satria F150 terbaru ini. “Desain headlamp diadaptasi dari Suzuki GSX 600,” lanjut Edi.
Bentuk segitiga dan stang kemudi juga tampil dengan finishing terbaru. Selain itu desain footpeg guard juga diubah dengan motif alumunium, dan jangan kaget bila menemukan grab bar dengan desain yang berbeda. Grab bar terbaru lebih lebar dan diklaim memudahkan kita saat hendak menggeser atau mengangkat motor.
Di balik visor di cover headlamp, desain spidometernya sama dengan keluaran sebelumnya. Namun punya NSSF150 tampak lebih elegan, karena lis RPM-meter dibuat model krom dan cover spidometer digitalnya yang bermotif. Tester OTOMOTIFNET memberikan 4 bintang untuk desain ala moge.
Apakah mirip?
Fitur dan Teknologi: ***** (5 bintang)
Meski perubahan tidak terlalu banyak, namun ada beberapa fitur baru yang memberikan nilai tambah buat sosok Satria FU150 ini. Yang pertama selain speedometer ada lampu indikator Eco Riding Mode (ERM), yang berfungsi memberi info efisiensi BBM pada panel indikator di balik lampu.
Cara kerjanya, sensor indikator ini mengikuti putaran mesin. Bila putaran mesin ada di angka 4.500-5.000 rpm, maka indikator akan berkedip sebagai peringatan kalo sedotan bensin lebih boros. Jika putaran mesin menunjukkan angka di atas 5.500 rpm, lampu itu menyala konstan.
Perbedaan lain dengan versi sebelumnya terletak pada knalpot. Bukan hanya bentuknya yang trendy dengan desain hexagonal, tapi di knalpot baru ini juga dilengkapi dengan catalyst, sehingga emisi gas buang hasil pembakaran lebih ramah lingkungan dan melampaui standar EURO 2 yang diterapkan pemerintah. Ditambah teknologi klep DOHC, mesin tegak plus oil cooler, New FU150 layak menerima 5 bintang.
Knalpot bercatalyst Speedo dilengkapi light shifter
Performa: ***** (5 bintang)
Setali tiga uang alias sama saja dengan handling. Tidak ada perbedaan dengan pertama kali diluncurkan 4 tahun yang lalu. Mesin satu silinder 150cc, mengusung mesin DOHC dengan 4 katupnya mampu menghasilkan tenaga maksimum 16ps pada 9.500rpm dan torsi maksimum 12,7kgf-m di 8.500rpm yang disalurkan dengan transmisi 6 kecepatan.
Penambahan catalyst pada knalpot yang dikhawatirkan akan menurunkan performa, ternyata tidak terlalu berpengaruh. Tarikan tetap responsif di putaran bawah sampai atas. Buktinya saat diukur dengan alat ukur racelogic, untuk jarak tempuh 0-201 meter hanya perlu waktu 11,8 detik. Bahkan saat dicoba pada trek sepanjang 1,5 km, speedometer berhenti pada angka 120km/jam. Mantap! Tak salah bila lima bintang tetap diberikan untuk sang Hyper Underbone
Data Tes Akselerasi
0-201 meter : 11,8 dtk
0-402 meter : 19,5 dtk
Meski mengandalkan setang jepit dan segitiga dengan desain anyar. Namun secara keseluruhan tetap tidak berpengeruh pada ergonomi pengendara. Sok depan teleskopik dan belakang monosok, membuat handling Satria FU150 ini tidak ada perbedaan dari pendahulunya. Kenyaman dan kemudahan handling tetap terasa maksimal.
Meski mengusung mesin yang cukup besar yaitu 150cc. Hanya saja pada kecepatan sangat tinggi khususnya saat menikung gejala sedikit limbung agak terasa. Tidak bisa dipungkiri, mesin 150cc umumnya dipakai motor sport bukan bebek yang secara keseluruhan bobotnya lebih ringan. Tapi di jalanan, apalagi di Jakarta yang selalu macet mau ngebut seberapa cepat? Secara keseluruhan, sasis Satria F150 sudah lebih dari cukup untuk keperluan harian. 4 bintang untuk kemudahan handling Satria FU150.
Konsumsi Bahan Bakar: **** (4 bintang)
Dengan bobot seorang tester 65 kg, Satria FU150 diajak jalan dengan kecepatan konstan 60 km/jam untuk uji pemakaian bahan bakar. Hasilnya motor dengan kode produksi NSSF150 hanya mampu menyedot 1 liter premium untuk 38 km. Boros? Ya, tapi sepadan dengan performa dan kapasitas mesin besar yang akan Anda dapatkan. Empat bintang rasanya sepadan untuk konsumsi bahan bakar Satria FU150.
Harga: **** (4 bintang)
Sudah barang tentu harga Satria FU150 ini naik. Tapi tidak terlalu jauh hanya berubah Rp 550 ribu saja menjadi Rp 18 juta. Mahal? Sedikit lebih mahal dari pesaingnya, Honda CS-1. Namun bila dibandingkan antara teknologi dan performa yang diusung keduanya, Satria tetap unggul.
Kapasitas mesin 150cc dan teknologi DOHC empat katupnya masih jadi nilai lebih disbanding CS-1 yang mengusung kapasitas mesin 125cc dan masih menggunkan teknologi SOHC dia katup. Meski begitu untuk ukuran bebek harga Satria F150 tetap dirasa tinggi. Empat bintang untuk rasanya pas untuk urusan kantong.
Penulis/Foto: Tim OTOMOTIFNET
Penampilan terbaru Suzuki Satria F150 sudah tidak mengejutkan lagi. Foto-foto spy shoot-nya sudah lebih dulu beredar sebelum Suzuki resmi memperkenalkannya kepada publik di Jakarta Motorcycle Show (JMS) 2008.
“Di internet sudah duluan keluar. Siapa nih yang iseng banget,” gemas Edi Darmawan, 2W marketing promotion manager, PT Indomobil Niaga International.
Meski sudah kita intip duluan, tapi siapa yang tahu kalau ternyata ada beberapa fitur-fitur baru di balik penampilan New Satria F150. “Ada beberapa fitur yang berbeda,” bisik Edi yang ditemui di tengah ramainya JMS 2008.Dari pada penasaran mari kita buka detail terbaru bebek dengan kapasitas mesin paling besar ini.
Perubahan paling jelas tentunya ada pada desain cover lampu. Desain head lamp dan covernya menjadi daya tarik utama. Suzuki sudah dari dahulu punya ciri khas selalu memberikan sentuhan moge pada motor bebek termasuk untuk Satria F150 terbaru ini. Head lamp Suzuki GSX 600R coba dimasukan ke dalam tubuh langsing Suzuki F150.
Perhatikan juga bentuk segitiga dan stang kemudi dengan finishing terbaru. Selain itu desain footspeg guard juga diubah dengan motif alumunium, seirama dengan penambahan alumunium frame cover untuk menciptakan kesan kuat. Selain itu jangan kaget bila menemukan grab bar dengan desain yang berbeda. Grab bar terbaru lebih lebar dan diklaim memudahkan kita saat hendak menggeser atau mengangkat motor.
Urusan mesin bagaimana? Masih sama seperti pertama kali diluncurkan 4 tahun yang lalu. Mesin satu silinder 150cc, mengusung mesin DOHC dengan 4 katup. Dilengkapi pula dengan oil cooler yang menjaga mesin selalu pada suhu optimal. Tenaga maksimum 16ps pada 9.500rpm dan torsi maksimum 12,7kgf-m di 8.500rpm, disalurkan dengan transmisi 6 kecepatan.
Perbedaan dengan versi sebelumnya terletak pada knalpot. Bukan hanya bentuknya yang trendy dengan desain hexagonal, tapi di knalpot baru ini juga dilengkapi dengan catalyst, sehingga emisi gas buang hasil pembakaran lebih ramah lingkungan dan melampaui standarisasi EURO 2 yang diterapkan pemerintah.
Lalu ada satu lagi fitur unik yang terdapat pada speedometer dengan tampilan baru Satria F150. Suzuki menyebut fitur baru ini dengan Suzuki Mode Drive Switch System (SMDS). Fitur baru ini sebagai indikator cara berkendara. Ada lampu yang akan berkedip pada rpm tertentu sebagai petunjuk waktu untuk oper gigi. Kerjanya mirip shift light pada tekometer mobil dan motor balap.
Asiknya kita bisa dengan mudah memilih 3 pilihan mode berkendara yang dapat diganti secara berurutan, sesuai karakter yang diinginkan pengendara.
Ketiga pilihan ini adalah normal mode, eco riding mode dan power mode (No Indication – ECO – PWR – No Indication). Pada normal mode, indikator tidak berfungsi.
Pada pilihan eco riding mode, indikator baru bekerja. Mode ini digunakan untuk berkendara ekonomis atau santai. Engine RPM Indikator akan berkedip secara otomatis untuk menginformasikan pengendara bahwa putaran mesin berada pada kondisi konsumsi bahan bakar yang ideal. Bila Engine RPM Indikator berkedip, berarti tanda untuk memindahkan posisi persneling (mengoper gigi). Engine RPM akan berkedip pada 4.500 – 5.500 rpm.
Sedang pada Power Mode, Engine RPM Indicator baru akan berkedip saat putaran mesin berada pada kondisi ideal powerful RPM dan menginstruksikan pengendara untuk segera pindah gigi agar mesin tetap powerful. Dengan power mode, lampu pada engine RPM akan berkedip pada 5.500 – 8.500. Gimana? Penasaran untuk mencoba?
Spesifikasi:
Mesin: 4-tak , DOHC, 4 katup, silinder tunggal, pendingin udara
Kapasitas: 147,3 cc
Diameter x langkah: 62 x 48,8 mm
Perbandingan kompresi: 10,2 : 1
Tenaga maks: 16 PS @9.500 rpm
Torsi maks: 1,27 kgf-m @8.500 rpm
Karburator: MIKUNI BS 26 - 187
Filter udara: Kertas
Sistem starter: Kaki & elektrik
Transmisi: 6 kecepatan, 1 ke atas, 5 ke bawah
Kopling: Multiplat, basah
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi Belakang: Monoshock
Rem: Depan & Belakang Cakram
Penulis/Foto: Popo
OTOMOTIF.NET