Sabtu, Maret 14, 2009
Xr touring to Ujung Genteng....
Jumat, Januari 30, 2009
Mengenali Olie untuk motor kita
Teruz kira-kira apa sih manfaatnya oli yang mutunya bagus…??? Manfaatnya antara lain melindungi mesin dari sbb :
- panas (heat), terutama yang disebabkan oleh proses pembakaran yang terjadi di combustion chamber. Terlebih-lebih engine yang mempunyai compression ratio tinggi…!!!
- Melindungi gesekan antara piston dan cylinder wall, sewaktu terjadi pembakarandisertai dengan temperatur yang sangat tinggi..!!
- Menjaga kebersihan (cleanliness) mesin.
Jenis-jenis oli motor secara umum dibedakan atas 3 jenis yaitu :
- Mineral Oil, yaitu oli motor yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi / alam.
- Semi synthetic oil (synthetic blends) yaitu oli campuran antara mineral oil dan tidak lebih dari 30% synthetic oil.
- Fully synthetic oil, yaitu suatu jenis oli buatan (dikembangkan oleh Insinyur Jerman pada tahun 1940-an), dimana oli ini sanggup melindungi mesin pada suhu yang extrem baik dingin ataupun panaz…!!! Proses pembuatannya sendiri menggunakan Fischer-Tropsch Process, yaitu melakukan katalisasi reaksi kimia, dimana merubah dari carbon monoksida dan hydrogen menjadi liquid hydrocarbons.
Dari ketiga jenis oli tersebut mana sih yang paling bagus…??? Yah jelas lah.. fully synthetic (baru semi-synthetic dan terakhir mineral-oil). Karena Pada suhu yang ekstrem, oli jenis ini masih mempunyai viscositas index yang bagus.. dibandingkan jenis oli lainnya…!! Teruz jeleknya apa…?? Yah harganya aza yang mahal… jelas ada rupa ada harga..!!!
Saat ini oli yang dijual kebanyakan adalah multi-grade dibandingkan yang single grade. API (American Petroleum Industry) untuk multi-grade ada notasi w, misalnya 10w-30. w disini dalam artian winter. Jadi jika 10w, dalam artian oli tersebut dapat dipompa sebagaimana SAE 10 (SAE = Society of Automotive Engineers). 5w akan lebih mudah dipompa dibandingkan 10w pada temperatur yang lebih rendah. Angka kedua dalam hal ini 30 merupakan viscositas pada 100 derajat celcius dipadanankan dengan single grade SAE 30….!!!
Nah kalau di Amrik ada SAE, maka di Jepang ada JASO (Japan Automotive Standard Organization). Nah untuk untuk motor 4 stroke kudu memenuhi stnadard JASO-MA. Sedangkan untuk 2 stroke engine, kudu memenuhi standard JASO-FC.
Tips terakhir adalah… jika milih oil sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan… dalam konteks jaga multi-grade nya… !!! Pergunakan lah oli yang bagus… tapi ukur juga kantong elo… jangan sampe jeboll…!!! Yah pengalaman gue sendiri seh… gue pake oli synthetics.. tarohlah harganya 120 rebu… dan bisa tahan sampai 4 bulan (tarohlah 4000 km)…!!! Yah jika 4 bulan tuh 120 hari… berarti kira-kira setiap hari tambah extra cost Rp. 1000. Apalah artinya Rp. 1000 dibandingkan dengan daya tahan mesin… sehingga nggak cepat jebol… belum lagi jika olinya enteng… relatif lebih hemat / irit bahan bakar… karena kerjanya mesin nggak berat.. so… menurut gue mah.. cincaaai laaagh…!!!
Appendix :
Oli Motor 4 stroke :
- AGIP Racing 4T 10w-60, Oli motor fully synthetic. Mempunyai viscositas index sebesar 177, Viscosity pada 100 derajat Celcius sebesar 23.5 mm2 / s.
- AGIP Racing 4T 5W-40, oli motor fully synthetic. Mempunyai viscosity index sebesar 158, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 14.7 mm2/s.
- AGIP Racing 4T 20W-50, oli motor fully synthetic. Mempunyai viscosity index sebesar 149, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 20.4 mm2/s.
- AGIP SUPER 4T 15W-50, oli motor mineral. Mempunyai viscosity index sebesar 148, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 17.7 mm2/s.
- AGIP SUPER 4T 20W-50, oli motor mineral. Mempunyai viscosity index sebesar 112, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 20 mm2/s.
- Elf 4T Sport Campione 10w-60, oli sintetis. Mempunyai viscosity index sebesar 169, dan viscosity index pada 100 derajat celcius sebesar 22.4mm2/s.
- Pertamina Enduro 4T 20W-50, oli mineral. Mempunyai viscosity index sebesar 123, dan viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 18.74
- Pertamina Enduro 4T Racing, 10W-40, oli semi sintetis. Mempunyai viscosity index sebesar 153, dan viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 10.66
- Mobil 1 Racing 4T 10W-40, oli sintetis. Mempunyai viscosity index sebesar 164, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 13.8
- Mobil 1 V-Twin 20W-50, oli sintetis. Mempunyai viscosity index sebesar 150, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 17.7
- Mobil Extra 4T 10W-40, oli semi-sintetis, viscosity index sebesar 157, viscosity pada 100 derajat sebesar 14.4, sedangkan viscosity pada 40 derajat 98.
- Motul 5100 Ester 4T 10W-40, oli motor semi-synthetis.
- Motul 5100 Ester 4T 15W-50, oli motor semi-synthetis.
- Shell Advance Ultra 4 10W-40, ini oli full syntetic, viscosity index sebesar 186, viscosity pada 100 derajat celcius sebesar 14.3, sedangkan viscosity pada 40 derajat sebesar 98.6
- Shell Advance VSX4 15W-50, ini oli semi-syntetic, viscosity index sebesar 155, viscosity pada 100 derajat sebesar 19.2, sedangkan viscosity pada 40 derajat 140.
- Shell Advance SX4 15W-50, ini oli mineral, viscosity index sebesar 144. viscositypada 100 derajat celcius sebesar 19.9, sedangkan viscosity pada 40 derajat sebesar 161.
- Shell Advance S4 20W-50, ini oli juga mineral, viscosity index sebesar 132, viscosity pada 100 derajat sebesar 20.5, sedangkan viscosity pada 40 derajat 181.
disadur dari :
Kupas tuntas mengenai Olie motor...
oleh Rudi Triatmono at otomatif, Personal Blogs
Kamis, Januari 29, 2009
Test Raider New Satria FU150
Namun keyakinan OTOMOTIFNET tergoyahkan oleh perkataan salah satu petinggi PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). “Pastinya ada beberapa ubahan,” promosi Edi Darmawan, Manager Marketing-Promotion & Dealer Dev. Section Head PT SIM.
Ups, beneran nih? Jangan-jangan performanya juga berbeda. Makanya tim tester OTOMOTIFNET tergerak untuk melakukan sesi test ride. Here’s the result!
Desain: **** (4 bintang)
Sudah pasti tampang depan Suzuki Satria FU150 ini dimensinya lebih lebar dari produk sebelumnya. Perubahan paling jelas tentunya ada pada desain cover lampu ini.
Seperti yang sudah dijelaskan pada tulisan Profil beberapa waktu yang lalu. Suzuki selalu memberikan sentuhan moge pada motor bebek termasuk untuk Satria F150 terbaru ini. “Desain headlamp diadaptasi dari Suzuki GSX 600,” lanjut Edi.
Bentuk segitiga dan stang kemudi juga tampil dengan finishing terbaru. Selain itu desain footpeg guard juga diubah dengan motif alumunium, dan jangan kaget bila menemukan grab bar dengan desain yang berbeda. Grab bar terbaru lebih lebar dan diklaim memudahkan kita saat hendak menggeser atau mengangkat motor.
Di balik visor di cover headlamp, desain spidometernya sama dengan keluaran sebelumnya. Namun punya NSSF150 tampak lebih elegan, karena lis RPM-meter dibuat model krom dan cover spidometer digitalnya yang bermotif. Tester OTOMOTIFNET memberikan 4 bintang untuk desain ala moge.
Apakah mirip?
Fitur dan Teknologi: ***** (5 bintang)
Meski perubahan tidak terlalu banyak, namun ada beberapa fitur baru yang memberikan nilai tambah buat sosok Satria FU150 ini. Yang pertama selain speedometer ada lampu indikator Eco Riding Mode (ERM), yang berfungsi memberi info efisiensi BBM pada panel indikator di balik lampu.
Cara kerjanya, sensor indikator ini mengikuti putaran mesin. Bila putaran mesin ada di angka 4.500-5.000 rpm, maka indikator akan berkedip sebagai peringatan kalo sedotan bensin lebih boros. Jika putaran mesin menunjukkan angka di atas 5.500 rpm, lampu itu menyala konstan.
Perbedaan lain dengan versi sebelumnya terletak pada knalpot. Bukan hanya bentuknya yang trendy dengan desain hexagonal, tapi di knalpot baru ini juga dilengkapi dengan catalyst, sehingga emisi gas buang hasil pembakaran lebih ramah lingkungan dan melampaui standar EURO 2 yang diterapkan pemerintah. Ditambah teknologi klep DOHC, mesin tegak plus oil cooler, New FU150 layak menerima 5 bintang.
Knalpot bercatalyst Speedo dilengkapi light shifter
Performa: ***** (5 bintang)
Setali tiga uang alias sama saja dengan handling. Tidak ada perbedaan dengan pertama kali diluncurkan 4 tahun yang lalu. Mesin satu silinder 150cc, mengusung mesin DOHC dengan 4 katupnya mampu menghasilkan tenaga maksimum 16ps pada 9.500rpm dan torsi maksimum 12,7kgf-m di 8.500rpm yang disalurkan dengan transmisi 6 kecepatan.
Penambahan catalyst pada knalpot yang dikhawatirkan akan menurunkan performa, ternyata tidak terlalu berpengaruh. Tarikan tetap responsif di putaran bawah sampai atas. Buktinya saat diukur dengan alat ukur racelogic, untuk jarak tempuh 0-201 meter hanya perlu waktu 11,8 detik. Bahkan saat dicoba pada trek sepanjang 1,5 km, speedometer berhenti pada angka 120km/jam. Mantap! Tak salah bila lima bintang tetap diberikan untuk sang Hyper Underbone
Data Tes Akselerasi
0-201 meter : 11,8 dtk
0-402 meter : 19,5 dtk
0-80 km/jam : 8,1 dtk
Top Speed : 120 km/jam
Handling: **** (4 bintang)
Meski mengandalkan setang jepit dan segitiga dengan desain anyar. Namun secara keseluruhan tetap tidak berpengeruh pada ergonomi pengendara. Sok depan teleskopik dan belakang monosok, membuat handling Satria FU150 ini tidak ada perbedaan dari pendahulunya. Kenyaman dan kemudahan handling tetap terasa maksimal.
Meski mengusung mesin yang cukup besar yaitu 150cc. Hanya saja pada kecepatan sangat tinggi khususnya saat menikung gejala sedikit limbung agak terasa. Tidak bisa dipungkiri, mesin 150cc umumnya dipakai motor sport bukan bebek yang secara keseluruhan bobotnya lebih ringan. Tapi di jalanan, apalagi di Jakarta yang selalu macet mau ngebut seberapa cepat? Secara keseluruhan, sasis Satria F150 sudah lebih dari cukup untuk keperluan harian. 4 bintang untuk kemudahan handling Satria FU150.
Konsumsi Bahan Bakar: **** (4 bintang)
Dengan bobot seorang tester 65 kg, Satria FU150 diajak jalan dengan kecepatan konstan 60 km/jam untuk uji pemakaian bahan bakar. Hasilnya motor dengan kode produksi NSSF150 hanya mampu menyedot 1 liter premium untuk 38 km. Boros? Ya, tapi sepadan dengan performa dan kapasitas mesin besar yang akan Anda dapatkan. Empat bintang rasanya sepadan untuk konsumsi bahan bakar Satria FU150.
Harga: **** (4 bintang)
Sudah barang tentu harga Satria FU150 ini naik. Tapi tidak terlalu jauh hanya berubah Rp 550 ribu saja menjadi Rp 18 juta. Mahal? Sedikit lebih mahal dari pesaingnya, Honda CS-1. Namun bila dibandingkan antara teknologi dan performa yang diusung keduanya, Satria tetap unggul.
Kapasitas mesin 150cc dan teknologi DOHC empat katupnya masih jadi nilai lebih disbanding CS-1 yang mengusung kapasitas mesin 125cc dan masih menggunkan teknologi SOHC dia katup. Meski begitu untuk ukuran bebek harga Satria F150 tetap dirasa tinggi. Empat bintang untuk rasanya pas untuk urusan kantong.
Penulis/Foto: Tim OTOMOTIFNET
Rabu, Januari 28, 2009
New Suzuki SATRIA FU150
Penampilan terbaru Suzuki Satria F150 sudah tidak mengejutkan lagi. Foto-foto spy shoot-nya sudah lebih dulu beredar sebelum Suzuki resmi memperkenalkannya kepada publik di Jakarta Motorcycle Show (JMS) 2008.
“Di internet sudah duluan keluar. Siapa nih yang iseng banget,” gemas Edi Darmawan, 2W marketing promotion manager, PT Indomobil Niaga International.
Meski sudah kita intip duluan, tapi siapa yang tahu kalau ternyata ada beberapa fitur-fitur baru di balik penampilan New Satria F150. “Ada beberapa fitur yang berbeda,” bisik Edi yang ditemui di tengah ramainya JMS 2008.Dari pada penasaran mari kita buka detail terbaru bebek dengan kapasitas mesin paling besar ini.
Perubahan paling jelas tentunya ada pada desain cover lampu. Desain head lamp dan covernya menjadi daya tarik utama. Suzuki sudah dari dahulu punya ciri khas selalu memberikan sentuhan moge pada motor bebek termasuk untuk Satria F150 terbaru ini. Head lamp Suzuki GSX 600R coba dimasukan ke dalam tubuh langsing Suzuki F150.
Perhatikan juga bentuk segitiga dan stang kemudi dengan finishing terbaru. Selain itu desain footspeg guard juga diubah dengan motif alumunium, seirama dengan penambahan alumunium frame cover untuk menciptakan kesan kuat. Selain itu jangan kaget bila menemukan grab bar dengan desain yang berbeda. Grab bar terbaru lebih lebar dan diklaim memudahkan kita saat hendak menggeser atau mengangkat motor.
Urusan mesin bagaimana? Masih sama seperti pertama kali diluncurkan 4 tahun yang lalu. Mesin satu silinder 150cc, mengusung mesin DOHC dengan 4 katup. Dilengkapi pula dengan oil cooler yang menjaga mesin selalu pada suhu optimal. Tenaga maksimum 16ps pada 9.500rpm dan torsi maksimum 12,7kgf-m di 8.500rpm, disalurkan dengan transmisi 6 kecepatan.
Perbedaan dengan versi sebelumnya terletak pada knalpot. Bukan hanya bentuknya yang trendy dengan desain hexagonal, tapi di knalpot baru ini juga dilengkapi dengan catalyst, sehingga emisi gas buang hasil pembakaran lebih ramah lingkungan dan melampaui standarisasi EURO 2 yang diterapkan pemerintah.
Lalu ada satu lagi fitur unik yang terdapat pada speedometer dengan tampilan baru Satria F150. Suzuki menyebut fitur baru ini dengan Suzuki Mode Drive Switch System (SMDS). Fitur baru ini sebagai indikator cara berkendara. Ada lampu yang akan berkedip pada rpm tertentu sebagai petunjuk waktu untuk oper gigi. Kerjanya mirip shift light pada tekometer mobil dan motor balap.
Asiknya kita bisa dengan mudah memilih 3 pilihan mode berkendara yang dapat diganti secara berurutan, sesuai karakter yang diinginkan pengendara.
Ketiga pilihan ini adalah normal mode, eco riding mode dan power mode (No Indication – ECO – PWR – No Indication). Pada normal mode, indikator tidak berfungsi.
Pada pilihan eco riding mode, indikator baru bekerja. Mode ini digunakan untuk berkendara ekonomis atau santai. Engine RPM Indikator akan berkedip secara otomatis untuk menginformasikan pengendara bahwa putaran mesin berada pada kondisi konsumsi bahan bakar yang ideal. Bila Engine RPM Indikator berkedip, berarti tanda untuk memindahkan posisi persneling (mengoper gigi). Engine RPM akan berkedip pada 4.500 – 5.500 rpm.
Sedang pada Power Mode, Engine RPM Indicator baru akan berkedip saat putaran mesin berada pada kondisi ideal powerful RPM dan menginstruksikan pengendara untuk segera pindah gigi agar mesin tetap powerful. Dengan power mode, lampu pada engine RPM akan berkedip pada 5.500 – 8.500. Gimana? Penasaran untuk mencoba?
Spesifikasi:
Mesin: 4-tak , DOHC, 4 katup, silinder tunggal, pendingin udara
Kapasitas: 147,3 cc
Diameter x langkah: 62 x 48,8 mm
Perbandingan kompresi: 10,2 : 1
Tenaga maks: 16 PS @9.500 rpm
Torsi maks: 1,27 kgf-m @8.500 rpm
Karburator: MIKUNI BS 26 - 187
Filter udara: Kertas
Sistem starter: Kaki & elektrik
Transmisi: 6 kecepatan, 1 ke atas, 5 ke bawah
Kopling: Multiplat, basah
Suspensi Depan: Teleskopik
Suspensi Belakang: Monoshock
Rem: Depan & Belakang Cakram
Penulis/Foto: Popo
OTOMOTIF.NET
Rabu, September 24, 2008
Perbandingan Motor Bebek



Dua kategori motor bebek.
Kategori ini hanyalah sebutan terhadap motor bebek standar dan motor bebek non standar yang kaya akan fitur yang melekat pada motor tersebut.
- Bebek Super (Hyper Underbone), yang tergolong pada kelompok ini adalah yang bukan semata-mata basic model yang hanya digunakan untuk transportasi saja melainkan mempunyai nilai tambah model, teknologi dan fitur. Misal kapasitas lebih besar di atas 125 cc, diskbrake depan-belakang, pelek racing, sokbreker belakang monoshock, pendingin liquid (radiator), injeksi, spidometer digital dan sebagainya (intinya fitur lebih lengkap). Karena fitur yang lebih inilah harga motor ini menjadi lebih mahal.
- Bebek Konvensional (Lower Underbone) yang tergolong pada kelompok ini adalah bebek basic model yang hanya digunakan untuk transportasi saja. Karena fitur lebih sederhana dan kapasitas silinder kecil harga bisa ditekan agar lebih murah.

Segi pemasaran dari dua kategori motor tersebut, pangsa pasar terbesar masih dikuasai oleh motor lower underbone dengan 70% dibanding bebek super karena harganya yang terjangkau. Harga semakin mahal maka pangsa pasar akan semakin menurun. Sebagai gambaran motor lower underbone misal Honda Revo terjual lebih banyak dibanding Supra X 125 PGM-FI, Yamaha Vega R penjualanya lebih tinggi dari padaJupiter MX 135. Walaupun pangsa pasarnya lebih kecil, tetapi motor Hyper ini bisa menjadi flagship model bagi tiap pabrikan.

Dengan hadirnya Honda CS1 yang diklaim sebagai spesies baru tetapi masih ada unsur motor bebek sehingga kami masukan ke dalam kategori bebek super bersama produk lain yang sudah eksis duluan yaitu, Honda New Supra X 125 PGM-FI, Kawasaki ZX 130, Suzuki Satria FU 150 dan Jupiter MX 135.
Desain.
Jika yang dibicarakan desain semua orang pasti akan mempunyai pendapat yang berbeda jadi tidak ada maksud penulis mengeneralisir pendapatnya. Jadi kami hanya melihat bebek super yang selama ini beredar di masyarakat. Honda CS1 ini mempunyai tampilan “Nyleneh dan unik” jika dilihat dari depan menyerupai motor sport tetapi jika dari samping dan belakang menyerupai motor bebek. Dengan bahasa pemasaran motor crossover PT AHM membuat segmen motor baru ditengah-tengah antara motor sport dan motor bebek sepertinya motor multi fungsi. Sedangkan Suzuki Satria FU 150 dan Jupiter MX 135 keduanya mempunyai desain bebek jantan atau bebek sporti. Untuk Honda New Supra 125 PGM-FI, Kawasaki ZX 130 desain seperti bebek pada umumnya.
Teknologi.
Honda CS1 mengusung mesin tegak, SOHC,125 cc, radiator, monoshok belakang, rem cakram depan-belakang dan tranmisi 5 speed, 12.8 PS/10.000 rpm. Yamaha Jupiter MX 135 cc, SOHC, radiator, monoshok belakang dan transmisi 4 speed 11.17 PS/8.500 rpm. Suzuki Satria FU 150 mesin tegak 150 cc, DOHC monoshok belakang, rem cakram depan-belakang dan tranmisi 6 speed, 16 PS/9.500 rpm. Supra 125 PGM-FI mesin 125 cc, SOHC, rem cakram depan-belakang dan tranmisi 4 speed, 9.18 PS/7.500 rpm. Kawasaki ZX 130 mesin 130 cc, dan tranmisi 4 speed, 10.1 PS/7.500 rpm.
Jika dilihat dari teknologi maka Satria 150 FU lebih unggul karena kapasitas mesin lebih besar 150 cc, power 16 PS dan DOHC-empat valve.
Rentang Harga (Agustus 2008).
- 13.65 juta Kawasaki ZX 130.
- 14.95 juta Yamaha Jupiter MX-CW.
- 15.90 juta New Supra 125 PGM-FI.
- 16.99 juta Suzuki Satria FU 150.
- 16.90 juta Honda CS1
Apa yang Anda inginkan untuk sebuah motor?
- Jika yang berjiwa sporti namun menginginkan motor yang mudah dikendarai seperti motor bebek, adalah pilihan CS1 ini barangkali lebih tepat karena produk ini menjembatani atau mengakomodir dua kategori motor bebek dan sport.
- Untuk yang menginginkan performa lebih unggul dalam hal teknologi pilihan akan jatuh pada Suzuki Satria FU 150 karena teknologi DOHC lebih tinggi dan cc lebih serta power yang lebih besar dari pesaingnya.
- Jika menginginkan model tidak terlalu “ekstrim” tapi tetap sporti Jupiter MX-CW bisa menjadi pilihan teknologi sudah maju, cc cukup besar dan harga lebih murah diantar dua pesaing di atas.
Tetapi untuk keputusan akhir tetap di tangan Anda karena untuk memilih sebuah model motor bebek super bukan hanya faktor di atas saja. Masih ada faktor yang lain misal, brand atau merek, penggunaan, umur pemakai, harga, pelayanan purna jual dan lain sebagainya.
Perbandingan spesifikasi Bebek Super
| Motor | Kawasaki ZX 130 | Jupiter MX-CW | Supra 125 PGM-FI | Satria FU 150 | Honda CS1 |
|---|---|---|---|---|---|
| PxLxT(mm) | 1.904 x 709 x 1.050 | 1.945 x 705x 1.065 | 1.889 x 702 x1.094 | 1.945 x 650 x 980 | 1.932 x 682 x 1.042 |
| Jrk terendah ke tnh(mm | 142 | 140 | 136 | 95 | 130 |
| Berat kosong (kg) | 104 | 104 | 107 | 95 | 114 |
| Kap. tangki BBM (liter) | 3,7 | 4 | 3.7 | 4.9 | 4.1 |
| Type rangka | Backbone | Diamond | Underbone | Underbone | Twin tube |
| Shock depan | Telescopik | Telescopik | Telescopik | Telescopik | Telescopik |
| Shock belakang | Lengan ayun spiral | Monoshock | Lengan ayun spiral | Monoshock | Monoshock |
| Rem depan | Cakram | Cakram | Cakram | Cakram | Cakram |
| Rem belakang | Tromol | Tromol | Cakram | Cakram | Cakram |
| Type, ukr ban depan | 70/90-17 | 70/90-17 | 70/90-17 | 70/90-17 | 70/90-17 |
| Type, ukr ban blk | 80/90-17 | 80/90-17 | 80/90-17 | 80/90-17 | 80/90-17 |
| Mesin, type | 4 tak-SOHC | 4 tak-SOHC | 4 tak-SOHC | 4 tak-DOHC | 4 tak-SOHC |
| Pendingin | Udara | Liquid radiator | Udara | Udara | Liquid radiator |
| Diameter x langkah (mm) | 53x59.1 | 54x58.7 | 52.4x57.9 | 62x48.8 | 58x47.2 |
| Volume silinder (cc) | 130 | 134.4 | 124.8 | 147.3 | 124.7 |
| Rasio kompresi | 10:1 | 10.9:1 | 9.0:1 | 10.2:1 | 10.7:1 |
| Daya maksimum (PS/rpm) | 10.1/7.500 | 11.17/8.500 | 9.18/7.500 | 16/9.500 | 12.8/10.000 |
| Torsi maksimum (NM/rpm) | 10.7/5.500 | 11.65/5.500 | 9.7/5.000 | 12.5/8.500 | 10.2/7.500 |
| Karburator | Keihin NCV24 | Mikuni VM22 | injeksi | Mikuni BS26 | injeksi |
| Transmisi | Sentrifugal A/T 4-speed | Manual 4-speed | Sentrifugal A/T 4-speed | Manual 6-speed | Manual 5-speed |
Source: YMKI, AHM, KMI,IMNI
Sabtu, September 20, 2008
Sekilas tentang Satria qu
FXR adalah produk Suzuki yang cukup jempolan pada masanya. Ia diproduksi di Malaysia sejak 1997 un
tuk pasar Eropa, Australia, dan Asia. di Indonesia motor ini sekaligus menggantikan RGR 150, sportbike yang masih bermesin 2 tak. Di luar Indonesia, ia menggantikan seri RGV 125 yang juga bermesin 2 tak.
Sebenarnya tanpa disadari Suzuki Asia Tenggara juga telah meneruskan tradisi mahakarya yang telah dirintis oleh FXR. Yaitu dengan lahirnya suksesor dari Satria 120. Sebuah Mahakarya di millenium ke 2, Suzuki Satria 150 FU, bebek jantan dengan performa Sportsbike. Agaknya ini merupakan kejelian dari bagian marketing Suzuki. Melihat permasalahan dari dua sisi yang berbeda namun berhasil mengatasi keduanya dengan sempurna
Sisi yang pertama adalah kualitas dan performa
Yang pertama disebut sama sekali bukan masalah pada Suzuki FXR. Berbagai jenis teknologi yang ada pada saat itu telah dijejalkan pada FXR - mulai dari oil cooler hingga F
ully digitalize Speedometer, bahkan yang terakhir disebut baru diaplikasikan secara penuh oleh Ducati pada tahun 2003 pada produk flagship mereka, Superbike 999. Sementara pengguna FXR sudah bisa menikmatinya paling tidak sejak tahun 2000. Untuk performa tidak perlu ditanya, tenaga 21 hp dapat tersalur mulus ke roda belakang FXR.
Performa yang ditawarkan oleh FXR hampir semua dimiliki oleh Suzuki Satria 150 FU. Meski mesinya hanya menelurkan 16.8 hp tetapi bobot Satria 150 Fu yang hanya 95 kilogram - lebih ringan 23 kilogram dari FXR. Menjadikan Satria 150 FU bebek terkencang yang ada di pasaran, bahkan bisa dikatakan di dunia ! (baca ~ Penyebaran). Untuk masalah top speed jangan dirahukan. Satria 150 FU tidak mengalami kesulitan untuk melaju 145 km/j dan beberapa klaim mengatakan bebek ini mampu mencapai 190 km/j.
Faktor ekonomis dan pemasaran
Belajar dari pengalaman akan ketidak suksesan FXR di pasaran, Satria 150 FU dapat mengatasi dengan baik. Kegagalan FXR bertahan dipasaran sebetulnya hanya dipengaruhi tiga hal. Hampir sama dengan TZM, FXR lahir di saat trauma krisis moneter yang masih membekas di masyarakat. Yang kedua adalah pada awal tahun 2000 masyarakat masih terbiasa dengan istilah mesin sport ya mesin dua tak. Tak aneh, karena saat itu hampir semua motor beraroma sport bermesin dua tak, diantaranya mulai dari Ninja 150, Nsr 150, Suzuki RGR 150 dan bebek bebek 2 tak lainya semisal Satria 120 dan Yamaha F1ZR-H. Yang ketiga dan yang paling signifikan adalah kenyataan bahwa bagaimanapun juga motor bebek lebih laku. Karena image bebek dimasyarakat adalah motor yang hemat dan nyaman dipakai sehari hari, sedangkan motor sport dianggap boros dan tidak nyaman.
Tiga problem yang dihadapi tiga problem diatasi. Suzuki Satria 150 mampu menyelesaikan tiga tantangan sekaligus. Pertama Satria lahir disaat ekonomi mulai stabil sehingga daya beli masyarakat sudah kembali menguat. Kedua naiknya harga BBM serta isu akan dihapuskanya motor dua langkah dari pasaran membuat mau tidak mau masyarakat beralih kepada mesin empat langkah, termasuk juga motor sport empat langkah. Yang terakhir, karena memang faktanya motor bebek lebih laku , Suzuki Satria memanglah motor bebek jadi bukan masalah baginya untuk diterima masyarakat dan lagi tidak seperti FXR yang merupakan terobosan baru, Satria 150 FU adalah produk penerus dari Satria 120 yang sudah lama dikenal di masyarakat.
Terkencang di muka bumi
Bagi para pemilik Satria 150 FU bolehlah berbangga kalau tungganganya mendapat gelar - paling cepat di bumi. Tidak ber
lebihan bahwa Suzuki Satria 150 FU merupakan bebek paling kencang di muka bumi. Karena hingga saat ini memang belum ada motor bebek yang lebih kencang dari Satria 150 FU. Disamping itu, populasi motor bebek hanya tersebar di Asia, terutama Asia tenggara dan tidak terdapat di benua manapun. Meskipun kenyataan ini juga terpengaruh atas anggapan motor bebek dengan mesin di atas 100cc dianggap berbahaya untuk ukuran Eropa dan Amerika sehingga dilarang beredar !
Disadur dari Ducatimonster.wordpress.com
Suzuki FU 150 berkapasitas 150 cc, 4 langkah, 4 katup twin cam, dilengkapi karburator Constant Velocity, Mikuni BS 26 รข€“ 187. Desain sangat sporty dan memiliki cita rasa yang sangat tinggi, merupakan sepeda motor bebek sport 4 langkah pertama yang mengusung mesin 150 cc dengan teknologi superbike / super sport bahkan sport production, hal inilah yang membuat FU 150 SC terbaik di kelasnya.Kenyamanan dalam berkendara yang diperbaiki dengan penggunaan rangka yang kokoh tetapi ringan, Rim dengan telapak lebar berjari-jari 10. Desain khusus yang unik dilengkapi Double Disc Brake besar dan masih banyak fitur-fitur lain yang ditawarkan FU 150 SC.
Konsep Disain
Suzuki FU 150 SC telah dikembangkan untuk mewujudkan konsep produk sebagai berikut: sepeda motor yang memiliki performa mesin yang bertenaga dengan berat mesin yang ringan khususnya untuk
kategori bebek sport underbone 4 langkah, serta gaya asli yang memiliki identitas Suzuki yang kuat. FU150 SC didukung oleh mesin berpendingin udara / SACS yang berkapasitas 150 CC (untuk kategori bebek sport 4 langkah terbesar) dengan performa yang tinggi. Tampilan silinder alumunium menggunakan Suzuki Composite Electrochemical Material (SCEM) untuk keefisienan dalam hal perpindahan panas, sesuai dengan pendingin oli yang berkapasitas besar yang dimiliki oleh model ini. Berat keringnya hanya 95 kg (teringan di antara bebek sport lain untuk kategori underbone 4 langkah sport). Hal ini dicapai berkat disain kombinasi terbaru dari roda alumunium yang ringan, instrument yang ramping, berat rangka dan mesin yang ringan. FU 150 SC juga menampilkan lampu depan ganda yang letaknya vertikal sehingga menimbulkan kesan sepeda motor Suzuki yang mewah, berperforma tinggi layaknya GSX R-1000 (supersport yang mendominasi garis finish pertama di setiap lintasan balap seluruh dunia), instrument panel yang sporty dengan speedometer digital dan tachometer analog serta body yang sporty.Mesin FU 150 SC
Mesin FU 150 SC mempunyai keunggulan pada teknologi yang diterapkan pada mesin berkapasitas
150 CC 4 langkah, pendingin udara / SACS (Suzuki Advance Cooling System), DOHC, SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Material) masuk dalam kategori underbone sport dan merupakan kendaraan bergaya sport terbaru.Mesin Berkapasitas Besar 150 CC
Mesin 150 cc yang berkelas unggul untuk performa yang sempurna. Mesin FU 150 SC yang bermesin 150 cc menawarkan standar baru pada performa sport underbone. Mesin 150 cc menghasilkan tenaga, akselerasi, dan kecepatan tertinggi.
Pendingin Udara dengan Disain SACS
Disain SACS digunakan pada sepeda motor sport performa tinggi, meru
pakan sistem pendingin Suzuki yang kompak dengan efisiensi tinggi. Sistem ini menyalurkan oli mesin untuk mendinginkan kepala silinder (komponen paling panas dari suatu mesin) dan dilengkapi saluran oli untuk mendinginkan piston. Saluran ini akan mengurangi panas pada bagian bawah piston. SACS memperbaiki efisiensi pembakaran dan memperbaiki konsumsi bahan bakar. Hal inilah yang membuat mesin DOHC FU 150 SC berputar lebih tinggi dan menghasilkan tenaga serta ketahanan yang lebih baik. Kebutuhan oli dalam jumlah yang banyak khususnya untuk kebutuhan pendinginan dan pelumasan maka kapasitas pendingin oli menjadi lebih besar.DOHC dan 4 Kat
upDouble Over Head Camshafts (DOHC) dan 4 katup persilinder merupakan salah satu tipe mekanisme katup (valve train) yang terlihat hampir pada setiap mesin sepeda motor sport yang mempunyai performa tinggi. Sistem DOHC dengan mekanisme katup Direct Acting Valve Drive Mechanism, memungkinkan operasional katup yang ekstra halus pada rpm tinggi. Hal ini membuat mesin dapat berputar tinggi yang memberikan sensasi performa sporty dan efisiensi tinggi.
Selasa, Mei 27, 2008
Test Jupiter Z & MX to Ciloto Pelabuhan Ratu
Satriaqu FU150 berboncengan 'Budi + Yono & Wakamao + Adrian jemput Riky n Yang2' pakai Yamaha Jupiter Z "yang siangnya nyrempet taksi he he he ....'Cuaca jakarta is ok... hanya sempat ketilang yach... itung itung uang kopi buat si petugas 'kasian malam dingin perlu ngopi kali ye...!, perjalanan malam itu penuh hiburan disepanjang perjalanan dari Parade drumb band sampai nonton orang pacaran di jalan layang kp.rambutan weleh weleh...., sempat isi bensin di cibinong tapi sesampa
inya di pertigaan warung jambu 'byuuurrr ...hujan deras, jadi kita pada minggir teduhan pas tusuk sate pertigaan.duuuuhh, riky tambah mmmm sepertinya bogor milik berdua., perjalanan dilanjutkan truss naik ke ciawi n gas tancap setengah maklum skalian test MX baru. sampai di puncak pass kurang dikit n lebih tepat di seberang mesjid puncak, kita istirahat makan indomie n bubur + kopi panas yang ternyata semuanya gak terasa panas... istirahat +- 45 mnt n perjalanan dilanjutkan to Ciloto n sesampainya dipersimpangan kami trus berbalik arah... mantapnya perjalan malam itu diwarnai kabut dan cuaca dingin... sesampainya di cibulan kami sempat beli leh oleh 'adrian tak lupa beli ubu cilembu...' waktu memunjukan pkl. 02.30 dan saat itu juga tercetus dari budi n ricky untuk langsung ke Pelabuhan Ratu...'wah pikirku bloom tau dia ... ' yah sudah, ok! jawabku.
Perjalanan to Pelabuhan Ratu is ok..., sepanjang perjalanan to sukabumi situasi sudah membaik ' mungkin trauma Tragedi Sopan Sopian.... ' gak ada lagi aspal bolong dan bergelombang dan di beberapa titik sedang dalam tahap pengerjaan, motor bisa dipacu s/d 80km ' klo untuk FU sih masih pelan tuh...' si Z n MX diblakang....
Sebelum masuk bukit Cikedang kita isi bensin full tank semua n waktu itu menunjukan pukul 03.50 pagi.. tak terasa perjalanan sudah masuk bukit Cikedang, suasana tikungan yang tak isa dihitung lagi n ditambah kabut pagi sudah mulai turun , jalan gelap tiada penerangan kiri kanan bukit dan jurang hanya bulan yang sudah mulai meredup setia menemani kami.... duuuh kok gak nyampai nyampai ya pak... gerutu adrian, pegel kali yeh ... tapi dia menikmati pa lagi ditambah canda agar mengusir rasa kantuk di pagi hari... dan sempat berfoto di kegelapan pagi ditengah perkebunan teh.

Pkl. 5.10 sampailah di pelabuhan ratu n langsung tiduran di saung tepi pantai ' lupa namanya ...', lagsung tertidur pulas ditemani ombak yang berderu kencang 'wussss.... byuuurrr !!!', budi dkk pesan kopi n menikmati fajar pagi hari...
tepat pukul 07.00 pulang lewat perjalanan yang sama, sambil melihat lihat pemandangan dan berfoto ria...
itu jupiter Z n MX kuat juga ngacir di tanjakan yang memang menanjak ' wuiisss...', mendahului Satriaqu , entah knapa kecapean main kopling sampai sampai terlambat over gigi naaaahhh ! jadilah ' ngendat ngendat !..., memang agak berat ditanjakan yang extrim dan harus pintar main kopling ' yah maklum baru 5 bulan ini biasa dalam kota...' tapi aku gak khawatir di jalan yang mulai datar... daaaaaggggg... wuiiiissss satriaqu melambai... tapi ya itu bensin brooo ' berasa euih..., tung punya itung mumpung bensin blum naik ' 4 hari kemudian tuh bensin naik dari 4,500 to 6,000.- pe
r liter. 'Panas n macet membuat mata bertambah kantuk !...., pukul 12 an sampai lah di jakarta to rumah masing2 dengan selamat ' Terimakasih Tuhan Engkau berikan hari yang indah untuk dapat menikmati keindahan ciptaanMu di pagi hari dan PerlindunganMU sepanjang perjalanan kami....GBU for All... ' Thank fr. Budi Yono Adrian Riky & Lia '
click disini , mo lihat foto selengkapnya....
Senin, Maret 24, 2008
Tour de Pelabuhan Ratu via Cikedang
tak lupa ikut Andri dan Prakoso... tepat pukul 06.00 berangkatlah kami dari gandul..., sesampainya di pertigaan parung kami menunggu Sandes dari arah ciputat. Tujuan touring kali ini sebenarnya to Cibodas tetapi karena medan dan jarak yang sudah kami anggap biasa maka dipindahkan tour de Pelabuhan Ratu via Cikedang dan tujuan lainnya
menemani Desi, Yudi dan Daud yang sudah terlebih dulu berangkat ke Ujung Genteng tempat penangkaran penyu, mereka berangkat jumat pukul 17.30 dan sampai diujung genteng pukul 01.30 dini hari 'nuekaaat euuih ....'.Perjalanan lancar hanya saja ruas jalan Bogor ' warung jambu' off road ' ancuuur beraaat!' karena ada galian under ground di persimpangan rel kereta ditambah lagi arah ciawi sukabumi sampai daerah 'a
pa yaaa lupa namanya...' pokoknya Pom bensin kedua dari arah ciawai ' rusak berat !' benar benar off road 'hanya saja aspal yang ancur tergores air hujan.he he he ada cerita lucu Hendro dan Sandes kebablasan ke arah puncak... ' maklum kesepakatan awal tour de cibodas', kita sempat sarapan pagi... ditengah perjalanan prakoso mual mual sehingga mereka bertiga pulang balik arah to jakarta...', maaf ya ... habis makan perut diguncang guncang jalan ancur !.
Kami 4 motor, Satria F150 + Scorpio 225 + Tiger 200 n Megapro 160, melaju kencang... bukit cikedang kami lalui selayaknya 'rossi' tikungan tajam plus naik turun, belokan patah kemudian tanjakan hampir 60 derajat ditampah kondisi jalan sempit n kiri kanan jurang dan tebing namun semua itu terbay
arkan dengan pamandangan yang waaah sulit diceritakan ' coba sendiri dan kami pun mau mengulangi lagi di lain waktu.... ' kondisi jalan seperti itu satria F150 qu serasa ringan sampai sampai rem cakran depan belakang tidak berfungsi ketika harus melalui turunan yang tajam... mungkin karena berboncengan kali yach... duh Namiho seneng buanget plus masih bisa ketawa ce kakak ce kikik dalam menikmati situasi jalan seperti itu....Sesampainya di pelabuhan ratu, kecapean n sambil menikmati indahnya pantai kami menunggu datangnya Eci Daud Yudi dari ujung genteng.... sruusup ! kelapa muda dilahap + nasi goreng seafood ada juga keredok... sambil berfoto ria.
Mau lihat foto selengkapnya click disini...
pkl.13.45 mereka sampai di tempat pertemuan, berfoto dan berenang di pantai bahkan mandi pasir. pkl.15.45 kami siap2 pulang n tiba tiba angin kencang dari arah lautan serta hujan menghantar kepulangan kami kejakarta..., terlebih dahulu isi bensin di spbu pelabuhan kemudian arah via cikedang di sertai hujan gerimis dan aspal basah kami nikmati perjalanan sekalipun terkadang scorpio 225 'Agung n Cory' terbatuk batuk 'busi basah kali yeeee...' namun si smash 'Daud' ngaciiir truusss... sepertinya perjalanan pulang lebih berat karena didominasi oleh jalan yang mendaki tajam disertai tikungan tajam .
Pertengahan perjalanan di daerah cimelati kami berhenti sekedar untuk istirahat makan ' ada bubur ayam, roti panggang, mie rebus telor setengah matang susu ovaltine juga kopi...'. jalan kali ini lebih parah berlobang dan bueeecek !'.
Didaerah parung sempat mampir makan duren 'berkat Sandes juragan duren'.
to be continued....
Senin, Maret 03, 2008
Ayo touring de Sukabumi or Sumedang or .....

Sudah lama XRaider ga touring, seingat penulis terakhir kita jalan to Cianjur bertepatan dengan lebaran ke 2.
Ada rencana nih selesai kebaktian Jum'at Agung 21 Maret 2008, mo touring lagi to... rencana sih banyak n klo gak salah ada 5 lokasi yang mau di tuju yaitu... Sukabumi ujung "gak tau lokasi tepatnya' , pantai Cirebon, pantai pangandaran atau Sumedang via Cadas pangeran ditambah lagi Pemandian air panas Guci 'Tegal' ...
Yosino sun, Hendro, Bambang n Matius nih pencetusnya tentu saja Bagyo dkk ikut serta lho, pa lagi penulis he he he ' skalian test tanjakan pakai Satria FU150' n jangan kalah sama penganten baru ' kang Mamat' tetap semangat touring skalian bulan madu kali yeee....
Senin, Desember 03, 2007
nyok..! tour ke Temanggung - Jateng
Jadwal brangkat :- Rabu 19 Des '07 Malam pkl. 21.00 via route utara~> Bekasi~> Cikampek~> Sukamandi ~> Indramayu~> Cirebon ~> Tegal ~> Pemalang~> Pekalongan~> Kendal~> Alas roban~> Perbukitan Weleri ~> Ngadirejo ~> Parakan ~> Temanggung ( Kranggan ).
- Kamis siang ☼ 12.00 sampai di temanggung, Istirahat dulu...
- Kamis malam kita jalan2 n cari makanan khas Temanggung / Magelang
- Jumat pagi, rekreasi ke air terjun / tawang sewu atau mandi air panas di daerah Bojo
- Jumat malam pkl.21.00 back to Jakarta, mo via route mana...( pagi mampir n mandi air panas di Guci - Tegal ....) ?
- Sabtu 22 Des' 07 Sore ☼ 17.00 sampai Jakarta... ( kelebihan waktu untuk mampir2... )
Perjalanan Kranggan 'Temanggung' to Gandul 'Jakarta'
Rabu 19 Des 07, dengan tergesa gesa sepulang kantor langsung to pulo gadung sendirian, naik handoyo jam 18.15 dari pulo gadung bis amat molor tujuan to Kranggan Temanggung untuk jemput Satria FU150 qu..., Sampai kranggan kamis pkl 07.40 istirahat sbentar sambil tunggu Yosia pulang kuliah dari jogja untuk temani ke Jakarta... tepat pukul 17.15 boncengan dengan jaket hujan lengkap disertai awan mendung pekat dan gerimis berangkatlah kami... start Yosia bawa via kota temanggung, parakan, ngadirejo, sukorejo, weleri kemudian masuk kendal, jalan baru alas roban, pemalang, pekalongan, tegal 'sempat makan di alun2 sate mentok kuah tahu ' [ total jarak 210Km ] .... trus penulis bawa start 'Cirebon via jalan pantura 'sempat nyasar kebablasan didareah palimanan ada pertigaan truuus +- 1 km baru ngeh klo salah jalan to Ciamis / Bandung, balik arah kejalan yang benar truus sukamandi, cikampek truuus karawang bekasi, kali malang... gatot soebroto, prapanca... arteri, fatmawati, pd labu dan finish depan pintu rumah .. [ total jarak 290 km ] tepat km menunjukan selisih jarak 500 km tidak kurang tidak lebih ! dan jam menunjukan pukul 07.15 Jumat pagi. dengan modal isi bensin full tank 5x dari pom bensin di Kranggan, pekalongan, cirebon, sukamandi n terakhir kali malang bekasi n klo dihitung rata2 pemakaian 1 liter untuk 35 km, dengan kecepatan rata 80-90 km/jam dan max 130 km / jam n blum top gear + gas blom mentok bener2 nih nyali di test, hujan gerimis dan kondisi aspal licin makanya gak berani lebih dari itu... to be continued